Lambang Mahkamah Agung Republik Indonesia
Lambang Mahkamah Agung Republik Indonesia
Berita / Sabtu, 13 Juni 2026 15:39 WIB / Satria Kusuma

DIIKUTI 1.027 ATLET, KEJURNAS TENIS BEREGU PIALA KETUA MA KE-XX DIGELAR DI MALANG

DIIKUTI 1.027 ATLET, KEJURNAS TENIS BEREGU PIALA KETUA MA KE-XX DIGELAR DI MALANG

Malang - Humas: Ketua Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia, Prof. Dr. Sunarto, S.H., M.H. secara resmi membuka Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tenis Beregu Ke-XX Piala Ketua Mahkamah Agung RI yang diselenggarakan di Stadion Gajayana, Malang, pada Jumat (12/6). 

Ajang olahraga bergengsi ini diikuti oleh 71 kontigen yang terdiri dari 1.027 atlet lingkungan peradilan di seluruh Indonesia. Kompetisi ini menjadi tradisi sekaligus momentum untuk mempererat tali silaturahmi, kekompakan, dan kebersamaan di antara warga peradilan.

“Kegiatan positif ini, telah menjadi sarana yang mempertemukan kita dalam semangat persaudaraan, kebersamaan, dan rasa memiliki terhadap lembaga peradilan yang kita cintai,” ujar Prof. Sunarto dalam sambutannya. 

Pada penyelenggaraan ke-20 ini, Kejurnas Tenis Beregu Piala KMA mengusung tema "Bersatu dan Bangkit Bersama, Tegakkan Integritas dan Sportivitas". Melalui tema tersebut, Mahkamah Agung ingin memperkokoh komitmen bersama untuk mewujudkan badan peradilan yang agung, bersih, dan bermartabat.

Prof. Sunarto mengingatkan kepada seluruh peserta dan suporter bahwa esensi dari sebuah pertandingan bukan semata-mata mengenai urusan kalah dan menang. Bertanding adalah tentang bagaimana menikmati setiap proses, mengerahkan kemampuan terbaik, serta tetap menghormati lawan dalam kondisi apa pun hasil akhirnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa nilai sportivitas yang dijunjung di lapangan memiliki relevansi yang sangat kuat dengan pelaksanaan tugas sehari-hari di lingkungan peradilan.

"Jika kemenangan di lapangan adalah ketika kita berhasil mengalahkan lawan, maka kemenangan di luar lapangan adalah ketika kita mampu mengalahkan ego, menjaga etika, dan mempertahankan martabat sebagai aparatur peradilan." ujarnya. 

Ia menganalogikan seorang atlet yang menghormati keputusan wasit serta aturan permainan dengan insan peradilan yang harus menjadi contoh nyata dalam menegakkan dan menghormati hukum. Dalam menjalankan tugas, aparatur peradilan dituntut untuk bersikap objektif, jujur, taat pada aturan, menghormati pihak lain, serta bertanggung jawab atas setiap konsekuensi tindakan mereka.

Selain sportivitas, Ketua MA juga mengajak seluruh warga peradilan untuk memaknai kejuaraan ini sebagai momentum penting guna memperkuat integritas, baik secara pribadi maupun institusional. Menurutnya, integritas seorang atlet akan langsung diuji di tengah lapangan melalui sikap berkompetisi secara jujur, terutama saat menghadapi tekanan atau peluang untuk berbuat curang.

Hal senada juga berlaku ketika aparatur kembali ke rutinitas pekerjaan mereka di dunia peradilan. Ujian integritas sesungguhnya hadir saat mereka duduk di ruang sidang, berhadapan dengan para pihak, memimpin satuan kerja, atau ketika godaan datang menghampiri.

"Aparatur yang berintegritas, akan tetap menjaga kejujuran dan profesionalitas meskipun tidak ada yang melihat dan mengawasi." tutur Ketua MA. 

Prof. Sunarto menegaskan bahwa satu poin dalam pertandingan yang diperoleh secara tidak adil tidak akan membawa kebanggaan. Begitu pula dalam dunia profesi, pencapaian yang diraih dengan mengorbankan integritas tidak akan pernah mendatangkan kehormatan maupun keberkahan. Oleh karena itu, ia meminta agar semangat integritas terus dipupuk sebagai fondasi utama tugas sehari-hari.

Di akhir sambutannya, Prof. Sunarto mengucapkan selamat bertanding kepada seluruh peserta dan berpesan agar mereka selalu menjaga kesehatan, menampilkan performa terbaik, serta memperkuat rasa persaudaraan.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa yang turut hadir dalam seremoni pembukaan menyampaikan sambutan hangatnya bagi warga peradikn yang hadir dalam kejurnas ini. Ia berharap penyelenggaraan kejurnas ini dapat berdampak positif bagi citra Jawa Timur.

“Selamat datang kepada semua kontingen dari seluruh Indonesia di Jawa Timur. Kehadiran Anda semua di sini memberi berkah yang luar biasa, mengingat kegiatan akbar ini juga memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah, pariwisata, dan penguatan citra Jawa Timur sebagai provinsi yang siap menjadi tuan rumah berbagai event nasional,” ujar Khofifah.

Acara pembukaan ini turut dihadiri oleh jajaran petinggi Mahkamah Agung, termasuk Wakil Ketua MA Bidang Yudisial dan Non-Yudisial, para Ketua Kamar, Hakim Agung, Panitera, Sekretaris MA, pejabat Tinggi Madya dan Pratama, serta pimpinan Pengadilan Tingkat Banding dan Tingkat Pertama dari empat lingkungan peradilan.

Kejurnas Tenis Beregu Ke-XX Piala Ketua MA berlangsung pada 12-16 Juni 2026 yang akan dilaksanakan di 10 (sepuluh) venue, di antaranya Lapangan Tenis Gajayana, Lapangan Tenis Ambassador, Sports Center Universitas Brawijaya, Lapangan Tenis Universitas Negeri Malang, Lapangan Tenis Araya, Lapangan Tenis Universitas Muhammadiyah Malang, Lapangan Tenis Rampal, Lapangan Tenis Permata Jingga, serta Lapangan Tenis Jasa Tirta. 

Pertandingan dibagi dalam tiga kategori, yakni kategori beregu putra, tercatat sebanyak 71 kontingen atau pengadilan dengan total 678 atlet. Sementara kategori beregu putri diikuti 52 kontingen dengan jumlah 297 atlet. Selain itu, kategori ganda eksekutif diikuti oleh 26 pasangan atau 52 atlet.

Pada Kejurnas Tenis Beregu Piala Ketua MA edisi terakhir tahun 2022 lalu yang digelar di Semarang, Jawa Tengah untuk kategori beregu putra dimenangkan oleh Peradilan Militer, sementara Mahkamah Agung meraih posisi juara II. Sementara kategori beregu putri diraih oleh Mahkamah Agung yang berhasil mengalahkan Peradilan Militer di babak final. (sk/ds/Photo:yrz,alf,kdr)




Kantor Pusat