Lambang Mahkamah Agung Republik Indonesia
Lambang Mahkamah Agung Republik Indonesia
Berita / Selasa, 31 Maret 2026 12:41 WIB / Satria Kusuma

TRANSFORMASI SDM MAHKAMAH AGUNG, SESMA: SISTEM MERIT ADALAH FONDASI UTAMA

TRANSFORMASI SDM MAHKAMAH AGUNG, SESMA: SISTEM MERIT ADALAH FONDASI UTAMA

Bogor – Humas: Sekretaris Mahkamah Agung RI, Sugiyanto, S.H., M.H., secara resmi membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepegawaian bagi para Kepala Bagian Perencanaan dan Kepegawaian Pengadilan Tingkat Banding dari empat lingkungan peradilan seluruh Indonesia di Bogor, Senin (30/3/2026).

Dalam arahannya, Sugiyanto menekankan bahwa Mahkamah Agung kini tengah berada dalam fase transformasi manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN), beralih dari pendekatan administratif menuju tata kelola yang dinamis dan berbasis kinerja. Hal ini sejalan dengan pemberlakuan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN.

Sugiyanto menegaskan pentingnya implementasi sistem merit dalam setiap proses kepegawaian untuk menjaga independensi lembaga peradilan. Ia menyatakan bahwa standar kompetensi dan output kerja yang objektif menjadi kunci utama profesionalisme.

"Sistem merit menjadi fondasi utama dalam memastikan bahwa setiap proses pengisian jabatan dilakukan secara objektif, transparan, dan akuntabel," tegas Sekretaris MA.

Lebih lanjut, ia menekankan perubahan paradigma dalam pola karier di lingkungan Mahkamah Agung. Ia menegaskan pola promosi dan mutasi di MA kini harus berdasarkan kompetensi, kinerja, dan integritas.

Selain sistem merit, Mahkamah Agung juga fokus pada penguatan manajemen talenta melalui penggunaan Nine-Box Matrix untuk memetakan potensi pegawai. Langkah ini didukung oleh digitalisasi data melalui Sistem Informasi Kepegawaian (SIKEP) dan pembentukan Assessment Center.

"Manajemen talenta merupakan proses identifikasi, retensi, dan pengembangan pegawai terbaik melalui 'suksesi berbasis data,” ungkapnya.

Melalui manajemen ini, Mahkamah Agung dapat memiliki cadangan kandidat yang siap mengisi posisi kunci kapan pun dibutuhkan tanpa adanya kekosongan kepemimpinan.

Di akhir arahannya, Sekretaris MA meminta seluruh peserta untuk menjadi agen perubahan di satuan kerja masing-masing dengan menginternalisasi nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK. Ia juga mengingatkan pentingnya integritas dalam kepemimpinan dengan mengutip pakar manajemen Peter Drucker.

"Management is doing things right, leadership is doing the right things," imbuhnya.

Menurutnya, dalam pengelolaan aparatur, tidak hanya dituntut melakukan sesuatu dengan benar, tetapi juga memastikan bahwa yang dilakukan adalah hal yang benar melalui sistem yang akuntabel.

Sementara itu, Kepala Biro Kepegawaian MA, Sahlanudin, S.Ag., S.H., M.H. menyampaikan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi peserta dalam memahami dan mengimplmentasikan kebijakan serta sistem kepegawaian, khususnya dalam mendukung penerapan tata kelola ASN dan sistem merit pada Mahkamah Agung RI.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta tidak hanya memahami aspek regulatif, namun juga mampu mengimplementasikan praktik-praktik terbaik dalam pengelolaan ASN, sehingga dapat mendorong terwujudnya ASN yang profesional, berintegritas, serta berorientasi pada pelayanan publik,” ujarnya.

Bimtek digelar selama empat hari pada tanggal 30 Maret - 2 April 2026 secara luring yang diikuti oleh 80 orang Kepala Bagian Perencanaan dan Kepegawaian pada empat lingkungan peradilan Tingkat banding.

Melalui bimtek ini, diharapkan meningkatnya kapasitas dan kompetensi peserta dalam memahami serta mengimplementasikan kebijakan dan sistem kepegawaian secara efektif, efisien, dan akuntabel, khususnya dalam mendukung penerapan tata kelola ASN dan sistem merit di lingkungan Mahkamah Agung dan badan peradilan di bawahnya,

Adapun para peserta akan dibekali materi seputar kebijakan dan regulasi di bidang kepegawaian, tata kelola ASN, sistem merit, hingga manajemen talenta oleh para narasumber yang kompeten dari Kementerian PAN-RB dan Badan Kepegawaian Negara (BKN). (sk/ds/RS/Photo:kdr,zhd,end)




Kantor Pusat