Lambang Mahkamah Agung Republik Indonesia
Lambang Mahkamah Agung Republik Indonesia
Berita / Jumat, 23 Januari 2026 17:16 WIB / Satria Kusuma

PERAYAAN NATAL BERSAMA KELUARGA KRISTIANI MA, MOMENTUM PERKUAT INTEGRITAS DAN PENGABDIAN APARATUR PERADILAN

PERAYAAN NATAL BERSAMA KELUARGA KRISTIANI MA, MOMENTUM PERKUAT INTEGRITAS DAN PENGABDIAN APARATUR PERADILAN

Jakarta – Humas: Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia, Prof. Dr. Sunarto, S.H., M.H. menegaskan perayaan Natal merupakan momentum penting untuk memperkuat nilai integritas, profesionalitas, dan pengabdian aparatur peradilan dalam melayani para pencari keadilan.

Hal tersebut disampaikan saat memberikan sambutan dalam Perayaan Natal Mahkamah Agung dan Badan Peradilan di Bawahnya, yang digelar di Balairung Mahkamah Agung, Jakarta Pusat, Jumat (23/1). Acara tersebut diikuti para hakim dan aparatur Mahkamah Agung yang tergabung dalam Persekutuan Keluarga Kristiani Mahkamah Agung (KRISMA).

“Perayaan Natal ini merupakan momentum yang penuh makna untuk merenungkan kembali nilai-nilai spiritual seperti kasih sayang, kerendahan hati, dan pengabdian yang tidak hanya menjadi pedoman dalam kehidupan pribadi tetapi juga menjadi landasan moral dalam melaksanakan tugas sehari-hari,” ujar Ketua MA.

Prof. Sunarto menjelaskan, tema nasional Natal tahun ini “Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”, dengan subtema “Kehadiran Allah Memperkuat Integritas Keluarga Mahkamah Agung dalam Melayani Pencari Keadilan” memiliki relevansi kuat dengan tugas dan tanggung jawab aparatur peradilan.

“Natal mengajarkan pentingnya membangun keluarga yang berlandaskan iman sebagai dasar pembentukan pribadi yang berkarakter jujur dan peduli sehingga keluarga menjadi sumber lahirnya nilai keadilan dan tanggung jawab,” katanya.

Menurut Ketua MA, penguatan spiritualitas harus berjalan seiring dengan penguatan profesionalitas dan integritas. Ia menekankan integritas merupakan fondasi utama bagi hakim dan aparatur peradilan dalam menjaga kehormatan lembaga peradilan.

“Saya meyakini bahwa integritas yang kokoh merupakan benteng utama dalam menghadapi berbagai godaan saat menjalankan amanah sekaligus penjaga diri agar terhindar dari perbuatan tercela yang dapat mencederai kehormatan lembaga yang kita cintai ini,” ucapnya.

Ia juga menegaskan nilai integritas paling mendasar berawal dari keluarga sebagai tempat pertama penanaman nilai moral, kejujuran, dan tanggung jawab.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua MA menyampaikan komitmen pimpinan Mahkamah Agung untuk terus mendukung kegiatan keagamaan di lingkungan lembaga peradilan.

“Jadi kami pimpinan Mahkamah Agung akan mensupport kegiatan ini. Mahkamah Agung adalah milik bersama. Semua warga Mahkamah Agung berhak untuk menikmati Balairung ini dalam kegiatan apapun,” ujarnya.

Prof. Sunarto turut mengapresiasi kepedulian umat Kristiani Mahkamah Agung yang tergabung dalam KRISMA atas aksi solidaritas sosial melalui penggalangan donasi bagi korban musibah di sejumlah daerah.

“Tindakan ini mencerminkan semangat Natal yang sesungguhnya yaitu berbagi kasih dan menjadi berkat bagi sesama,” kata Ketua MA.

Ia juga menyoroti terpeliharanya kerukunan antarumat beragama di lingkungan Mahkamah Agung sebagai wujud nyata persaudaraan dalam keberagaman.

“Hari ini menjadi gambaran yang indah ketika umat Islam menunaikan sholat jumat di Masjid al-Mahkamah, sementara saudara-saudara umat Kristiani merayakan Natal dengan hikmat di Balairung. Hal ini merupakan wujud nyata persaudaraan dan kebersamaan dalam keberagaman,” tuturnya.

Menutup sambutannya, Ketua MA berharap perayaan Natal dapat menjadi penguat iman sekaligus tuntunan dalam menjalankan tugas sebagai hakim dan aparatur peradilan.

“Saya berharap perayaan Natal ini menjadi penguat iman, penyejuk hati, serta tuntunan dalam kehidupan sehari-hari sehingga nilai kasih, kebaikan, dan kepedulian terus hidup dalam sikap dan perbuatan kita. Khususnya dalam menjalankan tugas sebagai hakim dan aparatur peradilan,” pungkasnya. (sk/ds/RS/Photo:sno,zhd)




Kantor Pusat